Federal Reserve System dan Pergolakan Ekonomi

Oleh Mustaq Zabidi[1]

Federal Reserve System atau informalnya dikenal The Fed adalah bank sentral AS yang berdiri sejak 1913. Bank ini berkantor di Gedung Eccles Washington, D.C. The Fed bukanlah bank resmi milik pemerintah AS. Namun, kebanyakan orang menganggap bahwa The Fed adalah bank milik pemerintah AS dengan embel-embel kata Federal. The Fed adalah bank swasta, statusnya independen. Meski menjadi bank sentral AS keberadaannya bebas dari campur tangan politik pemerintah AS. Hal yang asing diketahui publik selama ini bahwa The Fed merupakan bisnis keluarga yang dimiliki oleh keluarga Rothschild (keturunan Yahudi).

Keberadaan The Fed dinilai membawa kontribusi pada beberapa kebijakan moneter AS. Keberadaan The Fed menjadi bagian penting terhadap nilai mata uang dollar. Fungsi bank umumnya diartikan sebagai tempat menghimpun dana, transaksi keuangan, dan berbagai aktivitas keuangan yang lain. Lebih dari itu, The Fed mengartikan bank sebagai aktivitas transaksi bisnis yang profitabilitasnya diukur dari seberapa besar jumlah uang yang beredar dipasaran. Mata uang (dollar) itu sebagai entitas yang diperdagangkan bukan sebagai penghimpun kekayaan atau investasi musiman namun sebagai aktivitas bisnis. Dollar diperdagangkan dengan tujuan untuk meningkatkan nilai mata uang dollar di mata dunia. Tak heran, ketika ada kasus mengenai tingginya permintaan atas dollar keberadaannya sangat mudah ditransaksikan.

AS sebetulnya negara yang tak punya kekuatan kuat soal bangunan ekonomi negara. AS sangat mudah dikendalikan oleh The Fed, keberadaan AS tak ubahnya sebagai budak perbankan. The Fed memiliki posisi yang tinggi dihadapan bank-bank dunia. Bahkan, ketika The Fed mengeluarkan regulasi baru bank-bank di dunia banyak yang cemas dan khawatir terhadap kebijakan yang muncul, terkhusus kebijakan kenaikan tingkat suku bunga acuan. Kenaikan suku bunga tersebut akan memecah konsentrasi negara dalam meningkatkan iklim investasi dan upaya pertumbuhan ekonomi.

The Fed memiliki tingkat pengaruh yang signifikan terhadap anjloknya beberapa nilai tukar mata uang lintas negara. Dampaknya begitu luas dan menjadi pertaruhan penting penentu terjatuhnya beberapa negara. Regulasi baru yang dikeluarkan The Fed pada 2008 adalah bukti nyata yang menyebabkan beberapa negara terjatuh dengan pertukaran terhadap dollar yang amat buruk. Namun, hal itu tidak berpengaruh bagi Indonesia.

Peristiwa tersebut sebelumnya menjadi kepanikan bagi Bank Indonesia (BI) dalam merespon kebijakan baru yang dinilai cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, beberapa negara banyak yang terjungkal dan keberadaan The Fed cukup mampu berdampak secara signifikan. Rahasia Indonesia tersimpan pada basis ekonomi kerakyatan yang menjadi akar rumput penopang ekonomi nasional.

Kepatuhan masyarakat Indonesia terhadap pajak (baca; hasil UMKM) dirasa cukup mampu menjadi pendorong sekaligus proteksi terhadap guncangan krisis ekonomi di berbagai negara. Kekuatan ekonomi kerakyatan sangatlah penting mengingat keberadaan UMKM begitu dominan. Hal ini tak bisa ditemui di negara lain bahkan negara yang hampir bangkrut seperti Yunani, karena kekuatan bangunan ekonomi kerakyatan yang baik adalah di Indonesia.

Ada beberapa catatan penting dalam merespon plus-minus UMKM. Pertama, perusahaan mikro bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Kedua, SDM paling banyak di dunia adalah Indonesia, namun kemampuan untuk membentuk usaha besar masih kecil. Persentase perkembangan usaha di Indonesia masih dibawah 2 %.

The Fed bukanlah bisnis satu-satunya yang dimiliki oleh keluarga Rothschild. Ada bisnis sampingan yang digeluti, yakni persenjataan. Bahkan perang yang berkecambuk di Suriah, dll ada indikasi keterlibatan “Rothscild” dalam suplai persenjataan perang. Ini seperti halnya pada 1770 ketika Rothscild mendirikan Illuminati. Illmunati sendiri memiliki tujuan memecah belah goyim (non-Yahudi) melalui media politik, ekonomi, sosial dan religius. Mereka akan mensupplai persenjataan guna membikin rusuh goyim, sehingga timbullah perpecahan. Peristiwa yang terjadi sekarang ini, upaya merusak Institusi Keagamaan, merusak pemerintah nasional, benturan sana-sini yang mengakibatkan pembunuhan satu sama lain merupakan potret dari tujuan Illuminati seperti pada 1776.

Kekuatan Ekonomi Singapura

Negara Singapura bukanlah negara dengan wilayah yang luas seperti China, India, Rusia atau bahkan Indonesia. Negara kecil dengan penduduk berpenghuni sekitar 5.535.000 jiwa ini tak sebanyak dengan jumlah populasi penduduk Indonesia (258 juta jiwa). Namun, ada sesuatu yang unik dengan keberadaan negara kecil tersebut.

Singapura memiliki iklim investasi yang cukup baik, banyak investor asing yang menanamkan modal di negara tersebut. Sejauh ini, Singapura fokus pada dua hal. Pertama, soal Investasi. Karena, Singapura membuka pintu investasi yang sebesar-besarnya bagi pihak siapapun yang ingin berinvestasi di negara tersebut. Kedua, yakni Perdagangan.

Pada umumnya, negara-negara yang berinvestasi di Singapura dalam bentuk perusahaan atau gedung. Negara seperti Inggris, AS lebih condong pada investasi dalam bentuk perusahaan karena memiliki keterkaitan yang tinggi atas berbagai produk dagang. Sehingga, produk yang dihasilkan dari Inggris dan AS tersebut masuk dulu ke Singapura melalui cabang perusahaan yang telah didirikan lalu didistribusikan ke negara tujuan seperti Indonesia, Timur Leste, dll.

Masyarakat Singapura memiliki bisnis berupa properti yang keberadaanya justru ada di negara luar, seperti Inggris. Bisnis properti yang dilakukan bukan dalam bentuk kepemilikan tunggal yakni semacam join parthner (patungan). Hal ini mengingat harga tanah di Inggris cukup mahal. Orang Singapura tidak mungkin melakukan bisnis properti di negaranya sendiri, apalagi dengan cakupan wilayah yang sangat kecil. Investasi yang cocok dilakukan adalah di luar negeri.

Disisi lain, Singapura berambisi untuk menjadi Center of Islamic Economics (Pusat Ekonomi Syariah). Padahal yang selama ini diketahui publik bahwa Singapura bukanlah negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia namun memiliki inisiasi untuk menjadi poros baru ekonomi syariah. Pertanyaannya, ada kepentingan apa Singapura memilih basis ekonomi syariah di negara dengan tingkat umat muslim terbanyak di dunia?

[1] Penulis adalah Sekretaris Umum PMII Cabang Kota Solo masa khidmat 2016/2017, Mahasiswa S1 Manajemen FEB UMS

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s